Memilih waktu keberangkatan umroh sangat penting.
Selain memengaruhi harga paket, waktu keberangkatan juga menentukan kenyamanan ibadah kamu.
Di artikel ini kita bahas perbedaan low season dan high season, serta rekomendasi bulan terbaik untuk umroh 2025.
๐ 1. High Season Umroh (Musim Ramai)
High season adalah periode di mana permintaan umroh sangat tinggi, sehingga harga paket naik.
Ciri-ciri High Season:
- Jamaah lebih padat, masjid cenderung penuh
- Harga tiket & hotel naik 10โ20%
- Harus pesan jauh-jauh hari (6โ12 bulan sebelumnya)
Periode High Season:
- Ramadhan (umroh Ramadhan punya keutamaan pahala setara haji)
- Libur Sekolah (Juni โ Juli)
- Akhir Tahun (Desember)
- Menjelang Haji (Mei โ Juni, sebelum Dzulhijjah)
๐ก Cocok untuk jamaah yang ingin suasana ramai & suasana spiritual spesial, tapi siap bayar lebih.
๐ 2. Low Season Umroh (Musim Sepi)
Low season adalah periode di mana jamaah relatif lebih sedikit dan harga paket lebih murah.
Ciri-ciri Low Season:
- Masjid tidak terlalu padat โ lebih nyaman beribadah
- Harga paket bisa lebih murah hingga Rp 3โ5 juta
- Bisa pilih hotel lebih dekat dengan harga terjangkau
Periode Low Season:
- Januari โ Februari (setelah libur tahun baru)
- Agustus โ Oktober (setelah musim haji & libur sekolah)
- Awal Rabiul Awwal (sebelum Maulid Nabi)
๐ก Cocok untuk jamaah yang ingin ibadah lebih tenang & hemat biaya.
๐ก๏ธ 3. Pertimbangan Cuaca
Selain musim, perhatikan juga cuaca:
- Musim Panas: Juni โ Agustus, suhu bisa > 40ยฐC (butuh fisik kuat).
- Musim Dingin: Desember โ Februari, suhu 10โ20ยฐC (lebih sejuk & nyaman).
๐ Kesimpulan
Jika kamu ingin hemat & lebih nyaman, pilih keberangkatan di low season (Januari โ Februari atau Agustus โ Oktober).
Jika kamu ingin suasana spiritual spesial, pilih high season (Ramadhan).
๐ Siap pilih tanggal keberangkatan?
Lihat jadwal & promo paket umroh 2025 di sini